Ini Kawasan PENDIDIKAN Telkom, Kawan! :)

Kamis, 13 Oktober 2011

Dayeuh Kolot, Kampusku berdiri megah bersama dua kampus lainnya.

Inilah kawasan yang biasa disebut Kawasan Pendidikan Telkom. Sayang, perjalanan ‘nyasar’ sore itu membuatku berkata, “Ini ironis sekali.”

Sore itu, sebenarnya tak ada niat secara khusus menyusuri daerah yang disebut kawasan pendidikan Telkom ini. Niat awalku hanya ikut menemani dua orang sahabat untuk suatu keperluan di ITT. Kami pergi bertiga dan alhamdulillah terdampar di MSU (Masjid Syamsul Ulum) ITT. Di sanalah, bagiku perjalanan hebat ini dimulai. Empat orang anak kecil dengan jilbab uniknya itu mungkin sarana dari Allah untuk perjalanan ini. Ya, empat anak kecil itu menarik perhatianku. (Sebenarnya aku selalu tertarik dan agak sedikit lebay sih tiap ada anak kecil. Hehe). Empat anak kecil itu juga kemudian menyapaku, “Kakak, kakak namanya siapa?” Jadilah aku semakin bahagia. Mereka kemudian mengajakku bermain, permainan yang sangat tradisional, tapi cukup menyenangkan. Permainan dengan menggunakan sepuluh jari tangan. Haha, anak kecil memang selalu menyenangkan. Read more »

Categories: kampus, mahasiswa | Tags: | Leave a comment

7 Tips Melawan Galau

Ada yang lagi galau? Sini-sini merapat, saya juga. Lho? Hahaha. Nggak kok. Saya justru mau ngasih tips buat teman-teman yang masih galau. Alhamdulillah masa galau sudah lewat. Meski pun nggak tahu ya kalau nanti masa galau itu datang lagi. Hihihiii..

Ayo siapkan alat tulismu, eh nggak usah ding, cukup siapkan hatimu. :)

1. Kenali dulu kamu galau kenapa. Kalau kamu nggak tahu penyebab yang membuatmu galau, masa galau akan bertambah panjang. Jangan bilang nggak tahu, hati kecilmu pasti tahu kenapa. Langkah pertama dan paling menenteramkan adalah curhat sama Allah. Curhat semuanya. Nangis guling-guling kalau perlu (*ups, ini berlebihan). Dan jangan malu untuk menangis jika memang itu membuatmu lega. Tapi kalau nggak bisa menangis dan sesak terus gimana dong? Tetap curhat sama Allah. Percayalah, Dia yang akan menenangkan. Read more »

Categories: ngoceh | Leave a comment

Alhamdulillah yaaa

Alhamdulillah karena akhirnya bisa online lagi, alhamdulillah bisa nulis lagi di blog ini. Apa kabar kawanku semua? Masih semangat menyebarkan ilmu lewat tulisan-tulisan kan?

Alhamdulillah setelah beberapa lama vakum, hari ini bisa on lagi. Memang kemarin agak gimana gitu ya rasanya, setelah menang bulan Juli lalu malah berhenti posting. Sebenarnya bukan apa-apa, hanya saya tidak punya sarananya, hehe. InsyaAllah setelah hari ini saya akan semakin rajin menulis dengan sarana baru, hadiah dari orang tua, yang insyaAllah bermanfaat. Semoga tulisan-tulisan saya tetap bermanfaat. InsyaAllah saya menulis bukan untuk hadiah, tapi saya menulis hanya untuk berbagi inspirasi. Dan saya percaya, hadiah selalu ada untuk orang-orang yang ikhlas. Allah sudah menggariskan. Kalau memang rezeki ya sampai kok, iya kan? :)

Hayuk ah, semangat menulis!!!!

:)

Categories: ngoceh | Leave a comment

Menelisik Kehidupan Terminal Sambil Belajar Marketing

Sore itu Terminal Cicaheum tampak ramai. Tapi bagiku, langitnya tersenyum lebih cerah. Apalagi menjelang senja, memerah indah. Mungkin karena aku bahagia. Setengah tahun tak melihat kota kecilku, hari itu aku pulang, bersama kedua orang tua lagi.

Terminal Cicaheum adalah gerbang untuk sampai ke kotaku. Dan bagiku, terminal manapun selalu menarik. Punya sisi unik sendiri. Senja itu, sambil membeli gorengan yang dijual di sebelah selatan terminal, aku duduk menikmati pemandangan terminal. Sekilas terlihat kotor, lihatlah sampah berserakan. Orang-orang berbagai daerah ada. Bahkan ada juga rombongan bule yang ingin berlibur ke Karimun Jawa. Aku juga sudah bisa mendengar banyak orang bercakap dalam bahasa Jawa, salah satu hal kurindukan selama berada di bumi Sunda ini. Read more »

Categories: ngoceh | Leave a comment

Jangan Rampas Mainan Kami!!

Anak-anak, tangan panjang bangsa ini. Lihatlah bagaimana kini kehidupan mereka seperti apa. :(

Mereka pintar, tapi budayanya sendiri sudah terlupakan.

Cekidot curhatan adik saya berikut ini.. :)

“Bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi. Habis mandi kutolong ibu, membersihkan tempat tidurku.”

Namaku Farkha, umurku 5 tahun. Kata kakakku yang sekarang berumur 19 tahun, dulu lagu di atas sangat fenomenal. Kakakku kadang menyanyikannya kalau aku bangun tidur, menyindirku yang pagi ini ikut merusuhi orang-orang sahur. Aku memang nakal ya, begitu bangun menangisi ibu minta dibuatkan susu di tempat minumku, yang walaupun sudah bukan berbentuk dot, tapi kusebut dot. Kakakku yang nakal menyindirku, “Bangun tidur kuminum susu, padahal lupa belum gosok gigi.” Begitu kata kakakku. Aku hanya nyengir sambil terus minum susu. Read more »

Categories: ngoceh | Leave a comment

Kakak Gelisah, Adik-Adikku! (untuk anak indonesia yg bersemangat)

Gelisah, sepertinya aku jatuh cinta

pada canda tawa tulus penuh penghargaan

gelisah, aku menyesal pada kebodohanku

tawa-tawa lugumu terkikis oleh diamku

harusnya kalian berhak menggenggam janji-janji masa depan yang lebih baik

sayangnya aku diam.. Read more »

Categories: lagi puitis, ngoceh | Leave a comment

Jangan Katakan Aku Hebat

Kawan, mungkin aku terlalu bahagia senja di Ramadhan ke-2 kemarin. Mungkin aku terlalu bahagia karena untuk pertama kalinya tulisanku-yang sebenarnya adalah ocehan-ocehanku di blog kampus mendapat predikat terfavorit. Mungkin aku terlalu bahagia karena akhirnya penaku bercerita. Mungkin hatiku terlalu membuncah karena setidaknya sedikit tabir mimpiku tersingkap.

Tapi Kawan, jangan katakan aku hebat. Sesungguhnya kalian lah yang lebih hebat. Kumohon, jangan katakan aku hebat. Aku takut akan merangkak dari berdiriku atas pujian-pujian itu. Read more »

Categories: ngoceh | Leave a comment

untuk adik-adikku di masjid attaqwa

Tian, Irna, Dias, Febri, Widya, Ayang, Syifa, Astrid, Icha, Yuli, Aldi. Tuh kan, kalian nggak perlu ngetes kakak lagi, sekarang kakak udah hafal nama kalian. :p Apa kabar adek-adek? Udah berapa hari ya kita nggak ketemu? Maaf ya, kakak bahkan tidak datang untuk yang ‘terakhir’. Kalau kalian bertanya terus, “Kak, kapan pulang?” atau “Pati itu mana, Kak?” Ini aku pulang Dek, di kotaku, atau di desa kecil di kotaku, inilah Pati, Adik-adikku. :)
Senja di desa kecil di sudut kotaku ini memerah. Keluarga-keluarga tengah sibuk menyiapkan menu buka, begitupun keluargaku. Kakak sedang menyiapkan Es Kopyor, wah kalian pasti belum pernah minum Es Kopyor ya? Adik-adikku, puasakah kamu hari ini? Atau masih menggeliat manja seperti biasanya ketika kami mengatakan, “Jangan pulang dulu, ayo sekalian solat Isya.” Tiba-tiba aku penasaran, bagaimana puasamu di sana? Read more »

Categories: cerita, ngoceh | Tags: , | Leave a comment

Logika, Oh No!!

Logika. Entahlah, semenjak dia mengkhianati saya usai memperkosa hati saya, saya jadi sedikit kehilangan kepercayaan saya padanya. Nyatanya tak semua hal bisa diatasi dengan logika, tapi entah mengapa masih saja ada yang mendewakan logika.

Dulu aku juga sempat berpikir begitu. Ya, logika memang pembuktian yang logis, tapi entah mengapa saya sependapat sekali kalau ada yang bilang, logika itu bukan segalanya. Iya, saya akui, saya bukan orang yang gemar sains, saya lebih suka terjun ke sosial, tapi bukan ini juga yang mempengaruhi saya untuk berpendapat seperti ini. Read more »

Categories: ngoceh | Leave a comment

Pesona Cibiru Atas Siang Itu

Bandung dilihat dari atas tampak begitu elok. Hawa sejuk semakin ku rasakan. Hawa yang selalu ku rindukan dan jarang ku temukan di sudut kota yang bising. Sejenak aku terdiam oleh keheningan daerah ini, daerah kecil di Bandung Timur atas, Cibiru.

Sekilas keelokannya tak jauh beda dari gunung-gunung lain di belahan Jawa ini. Tapi apapun itu, bagi saya yang penggemar gunung, tetap saja terkagum-kagum oleh keindahan daerah ini. Read more »

Categories: cerita | Leave a comment